Monday, February 1, 2016

Duri

Oleh : Tifanny Ellies

Sudah hampir dua malam, mata ini terjaga. Sedang rasa kantukku ini tidak bisa dikeluhkan lagi, namun mata ini masih tidak dapat terpejam walau barangkali hanya untuk lima menit atau dua menit.
Kata orang, bila tidak bisa tidur ada yang ingin diucapkan atau dipikirkan.
Benar saja, pikiranku kali ini melayang pada masa lampau. Membalikkan waktu, teringat akan sebuah kisah yang sudah rapat ditutup. Namun, ia masih bergejolak.
Selama satu tahun aku bergulat dengan rasa hingga aku lelah. Ternyata, aku masih tak bisa pergi.
Pernah ku coba untuk berlari, sejauh aku berlari, sejauh aku pergi, sejauh apapun tujuanku namun tetap, bayangmu masih ada. Bayangmu seolah tak mau hilang dalam ingatan.
Mengapa? Tak bisakah kau tanya pada dirimu mengapa? Aku bertanya pada diriku mengapa?
Mengapa masih saja aku memikirkan manusia tak bernurani bagai hewan di tengah hutan yang sedang menanti mangsa. Kasar!
Aku lelah, aku sudah tidak kuat tuk berlari.
Tak sudi, ku mengharapkan kau hanya untuk menyiksa.
Namun ini bukan soal ego, ini tentang rasa yang aku benci sendiri.
Pulanglah... pulanglah dengan jiwamu!
Rasa ini telah beku di hatiku. Rasa ini tak bisa hilang.
Aku minta kau pulang dengan dirimu sendiri!

Bekasi, 1 Februari 2016

No comments:

Post a Comment