Sunday, April 23, 2017

PERJALANAN PERSAHABATAN

HERATIFA
(Perjalanan Persahabatan)

Sahabat adalah seseorang yang selalu ada dikala kita senang dan setia dikala kita sedih. Sahabat adalah saudara tidak sekandung. Saya yakin setiap orang pasti memiliki ikatan persahabatan, dan setiap orang pasti memiliki sahabat walaupun cuma satu di dunia. Tidak pernah saya duga bahwa saya akan memiliki seorang teman yang hingga kini bersama saya, walaupun tidak setiap saat berjumpa. Seseorang itu bernama Heranita Novelly, dia adalah seorang perempuan biasa tapi tidak biasa tapi tidak biasa dengan ketulusan hatinya. Persahabatan kami boleh dibilang sudah cukup lama sekali, saya kenal dia sejak saya duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Kami selalu bersama-sama sampai saat ini, lulus dengan memilih sekolah yang sama, sampai dengan kuliah juga kami masih bertemu. Namun, saya tidak pernah berkata bahwa dunia ini sempit karena selalu bertemu dengan dia.

Seperti persahabatan-persahabatan lainnya, selalu ada keluh kesah, cerita drama asmara, dan menyukai laki-laki yang sama. Tetapi kami bisa hadapi itu semua, meski terkadang suka sebel sendiri "kenapa dia sukanya sama dia juga". Kami tidak pernah bertengkar hebat karena memang kami selalu saling meminta maaf dan memaafkan jika ada kesalahan, meskipun tidak secara langsung meminta maaf seperti anak sd yang sedang bertengkar, tetapi gestur dan mimik wajah pasti selalu terlihat dan terbaca.

Kami pernah mengalami suatu perjalanan yang kalau dibilang itu lumrah saja, namun yang menjadi tidak lumrahnya kami berdua sama-sama merasakan, yaitu perbedaan pendapat dengan orang tua kami masing-masing tentang cita-cita kami. Orang tua kami menginginkan kami menjadi apa yang mereka inginkan, namun tidak bagi kami. Orang tuanya ingin sekali melihat velly menjadi bidan, dan orang tua saya ingin sekali melihat saya menjadi seorang polwan. 

Saat kami masing-masing tau hal itu, kami kira bahwa tidak ada lagi pertemuan kecuali minta bertemu "meet up". Saya pikir saya akan bertemu dengannya lagi dengan ia memakai seragam dinasnya sebagai seorang bidan, dan ia pun  berpikir bahwa nanti akan bertemu saya dengan menggunakan seragam dinas saya sebagai seorang polwan. Namun, ternyata Allah telah mempertemukan kami kembali di satu cita-cita kami yaitu menjadi seorang guru. 

Sampai saat ini kami selalu menjaga hubungan kami sebagai sahabat, kami senang berkunjung kesana dan kesini bersama, menyelesaikan tugas bersama karena memang kami berada di satu program studi yang sama, dan kami saling membantu jika ada kesulitan masing-masing. Dan sekarang kami sedang berjuang untuk toga yang akan kami pakai untuk membahagiakan kedua orangtua kami masing-masing.


Video kami : http://youtu.be/jseU9xrfYqo

Saturday, February 25, 2017

PENGARUH PERKEMBANGAN BAHASA GAUL

PENGARUH PERKEMBANGAN BAHASA GAUL DI KALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA TERHADAP SIKAP PEMAKAINYA
Tifanny Ellies

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan manusia dalam berkomunikasi antar anggota masyarakat. Bahasa merupakan simbol bunyi berupa ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Pada hakikatnya bahasa adalah sistem lambang bunyi yang bersifat arbiter atau mana suka. Bukan hanya teknologi saja bahasa juga mengalami perkembangan, baik itu berkurang maupun bertambah. Bahasa gaul adalah salah satu bukti hasil dari perkembangan bahasa. Bahasa gaul merupakan salah satu cerminan sebuah budaya yang berkemabang dalam masyarakat. Bahasa tersebut tidak hanya muncul belakangan ini saja, tetapi sudah ada sejak dahulu yakni setiap generasi mempunyai bahasa gaul tersendiri.

Perkembangan teknologi memengaruhi penggunaan bahasa terutama pada masyarakat bahasa remaja. Remaja lebih senang menggunakan bahasa gaul untuk berkomunikasi kepada anggotanya dibandingkan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pemakaian bahasa tersebut dianggap lebih menarik dan lebih komunikatif. Sesuai dengan hakikatnya bahasa adalah unik. Bahasa tersebut pun memiliki keunikan-keunikan sendiri yang bersifat kreatif dan memiliki nilai sosial tertentu seperti pada kata 'gue' dan 'lo' yang dianggap sudah biasa digunakan di kalangan remaja saat ini dibandingkan dengan menggunakan kata 'saya' dan 'kamu' yang lebih sopan.

Bukan hanya kata ganti panggil saja, tetapi banyaknya istilah-istilah unik seperti kata "kepo" yang digunakan di kalangan remaja ketika ada teman sebayanya menggunakan kata tersebut untuk bertanya lebih detail. Sejarahnya kata "kepo" merupakan akronim bahasa inggris dari kata "Knowing Every Particular Object" yang digunakan unruk menanyakan sesuatu yang detail. Namun, terkadang di salah gunakan oleh kalangan remaja untuk bahan ejekan bahkan dalam diskusi pembelajaran pun ada beberapa celetukan kata "kepo" ketika sesi pertanyaan. Tentu ini bukanlah dampak yang baik dari pemakaian bahasa terhadap sikap pemakainya. Adapula kata “baper” yang diambil dari akronim kata “bawa perasaan”. Pemakaian kata tersebut dalam kalangan pelajar digunakan untuk mengejek seseorang yang merasa tersinggung atas ucapan temannya.

Pemakaian bahasa tersebut sangat berpengaruh terhadap sikap si pemakai bahasa gaul. Pemakaian bahasa gaul seperti kata baper dan kepo, berpengaruh dengan rasa empati dan simpati si pemakaianya. Dengan adanya kata baper, secara tidak langsung memengaruhi pola pikir dan sikap pemakaianya. Dengan kata lain, sebelum adanya kata baper seseorang biasanya mengucapkan kata maaf ketika perkataannya menyinggung orang lain namun sekarang sudah diganti dengan kata 'gitu aja kok baper'. Hal ini merupakan sikap menyepelekan perasaan orang lain yang tersinggung oleh ucapannya sehinga menyebabkan kurangnya rasa empati dan simpati pemakainya.

Pada dasarnya sikap emapati dan simpati yang harus dimiliki oleh setiap individu karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Moreno (2004) Empati merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan hubungan antar pribadi dengan mencoba memahami suatu permaslahan dari sudut pandang atau perasaan orang lain (lawan bicara). Untuk itu, apabila manusia tidak memiliki rasa empati dan simpati maka matilah kehidupan di dunia karena melalui empati setiap individu memiliki rasa dorong saling berbagi.

Peninjauan terhadap pemakaian bahasa gaul, dan penyuluhan mengenai bangga menggunakan bahasa Indonesia merupakan upaya yang harus dilakukan dikalangan remaja guna menumbuhkan sikap peduli dan empati terhadap sesamanya. Perubahan kebiasaan pemakaian bahasa gaul harus lebih diperhatikan lagi, boleh saja bergurau dengan teman, tetapi kita tetap harus memerhatikan perasaan orang lain. Membiasakan kata 'maaf' jika ada yang menyinggung perasaan dan meminimalisisr penggunaan kata 'baper' mapun 'kepo' yang tidak sesuai dengan siatuasinya. 


Referensi :
Chaer, Abdul dan Leoni Agustina. 1995. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Mastuti, Indriati.2008.Bahasa Baku VS Bahasa Gaul: Dilengkapi Kamus Gaul. Jakarta: Hikest Publishing
http://www.kompasiana.com/mirnajullyone/gitu-aja-baper-bukti-pudarnya-empati-di-kalangan-muda_560744780e93735d0a277bab